GUBERNUR BERIKAN APRESIASI DAN DUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN OGANIK SUMATERA BARAT

18 Maret 2021 19:34:51 WIB

GUBERNUR BERIKAN APRESIASI DAN DUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN OGANIK SUMATERA BARAT

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, SP menyampaikan kebanggaanya dan apresiasi atas keberadaan petani organik di Sumatera Barat yang telah mampu menghasilkan produk pangan sehat untuk masyarakat, yang diiringi juga dengan semangat yang dimiliki oleh petani organik sangat tinggi. 

Gubernur, yang didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Ir. Syafrizal pada kesempatan tersebut menyerahkan 11 sertifikat organik kepada petani organik , pada saat kunjungan kerja100 harinya kelahan organik Kelompok Tani Bukit Gompong Sejahtera Nagari Koto Gadang Guguk Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Sabtu (13/3/2021).

Sertifikat organik sebanyak 11 operator organic yang diserahkan oleh Bpk. Gubernur tersebut,  di terbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Sumbar sebagai bukti bahwa petani  sudah menerapkan SNI 6729:2016 tentang system pertanian organik.

Pada kesempatan tersebut Gubernur menyerahkan sertifikat organik, berikut daftar penerima sertifikat organik :

  1. Lugu’s Tea, Kabupaten Solok
  2. Bukit Gompong Organik Garden, Kabupeten Solok
  3. Alnajmi Organik, Kabupaten Solok
  4. Kelompok Tani Simpang Tigo, Padang Pariaman
  5. Organik Mandiri, Tanah Datar
  6. Kelompok Tani Lurah Sepakat, Agam
  7. Keynara Organik, Agam
  8. Kelompok Tani Sehati, Lima Puluh Kota
  9. Kelompok Tani Tuah Sakato, Lima Puluh Kota
  10. Kelompok Tani Lembuti II, Padang Panjang
  11. Rosemery Organik , Padang Panjang

Dalam sambutannya dihadapan petani organik Sumatera Barat,Gubernur menyampaikan keseriusannya untuk mengurus pertanian. Karena 57 persen penduduk Sumbar hidup di sector petanian, selain itu juga penyumbang PAD sebesar 22 persen.  “Pertanian bukan hanya  pada peningkatan produksi, tetapi yang memiliki efek kebaikan pada petaninya yaitu peningkatan pendapatan  petani”

Untuk mendukung gerakan peningkatan pendapatan petani tersebut, Gubernur menyampaikan komitmennya untuk mengalokasikan 10 persen APBD Sumbar untuk sektor pertanian.

Untuk membantu pemasaran produk organik, Gubernur mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi produk organik. Untuk tahap awal, dimulai dari lingkungan Pemda Sumbar. 

“ Untuk pemasaran hasil pertanian organik ini, telah saya perintahkan seluruh SKPD dan ASN agar membeli dan menggunakan produk hasil pertanian organik baik untuk keperluan dinas maupun keperluan sehari-hari supaya semua ASN dapat menjalani pola hidup sehat sehingga berdampak pada peningkatan kinerja pada semua SKPD di Sumatera Barat”  ujar Mahyeldi

Turut hadir pada acara tersebut anggota DPR RI Komisi IV DR. Hermanto,SE.MM, Bupati Kabupaten Solok yang diwakili oleh Asisten II, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Kepala Dinas Pertanian Kab.Solok, Agam, Padang Pariaman dan Kota Padang Panjang.

Selain itu juga di hadiri oleh Balitbang Kementerian Pertanian yang ada di Sumbar seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) dan Balai PenelitianTanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Selama ini perkembangan pertanian organik masih lambat, sehingga butuh percepatan, oleh karena itu pemerintah akan hadir memberikan dukungan anggaran, yang akan digunakan untuk pengembangan pertanian organik di Sumatera Barat melalui Program-program kegiatan seperti :

  1. Studi-studi atau percobaan pada demplot-demplot petani
  2. Meningkatkan sumber daya petani yang memadai tentang teknologi sistem pertanian organic melalui pelatihan – pelatihan pertanian organik
  3. Pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan oleh petugas dari tingkat Propinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai ke Nagari seperti petugas yang terdekat dengan petani POPT dan Penyuluh Pertanian
  4. POPT dan Penyuluh Pertanian sebagai pembina yang terdekat dengan lokasi kelompok tani akan dibekali dengan ilmu pertanian organik.
  5. Mengaktifkan kembali para Petani Pakar Organik Sumatera Barat untuk menadampingi kelompok tani organik.
  6. Fasilitasi bantuan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian organic seperti pemberian UPPO, Alat dan sarana pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman, beserta bangunan  UPH/Klinik PHT dll.

Perlu dukungan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun para pelaku petani organik untuk pengembangan pertanian organik kedepannya di Sumatera Barat, untuk dapat menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu Provinsi penghasil produk organik yang diperhitungkan di Indonesia.

Share Berita :

Gubernur dan Wakil Gubernur

Video Kegiatan