WAGUB TARGETKAN REALISASI 100% UNTUK KEGIATAN REPLANTING SAWIT TAHUN 2021

Posted on 2021-03-26 08:01:06 | by : Said | 330 kali dibaca | Category: BERITA TERKINI


WAGUB TARGETKAN REALISASI 100% UNTUK KEGIATAN REPLANTING SAWIT TAHUN 2021

 

“Semua pihak yang terlibat dalam Kegiatan PSR/replanting harus bekerjasama dan bersinergi untuk merealisasikan 100% dari luas yang ditargetkan pada Tahun 2021 yaitu 8.000 Ha, bahkan harus melakukan upaya-upaya strategis agar bisa melampauinya”.  Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng dalam Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2021 di Rocky Hotel Padang pada hari Kamis 25 Maret 2021.

 Pertemuan tersebut diikuti oleh 150 peserta dari Kanwil Agraria dan Tata Ruang(ATR)/BPN Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas yang membidangi perkebunan dan Tim PSR Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat, Produsen benih kelapa sawit, Kelompok pengusul Kegiatan PSR Tahun 2021, Kelompok pelaksana Kegiatan PSR Tahun 2018-2020.  Selain itu juga dihadiri secara virtual oleh Direktur Tanaman Tahunan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc.

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang cukup menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Luas perkebunan kelapa sawit  di Sumatera Barat  adalah 385.921 Ha, terdiri dari perkebunan rakyat seluas 219.661 Ha (56,92%),  PT Perkebunan Nusantara (PTPN) seluas 5.147 Ha (1,33%) dan perusahaan besar swasta nasional (PBSN) seluas 161.113 Ha (41,75%).  Produksi minyak CPO yang berasal dari Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat adalah 1.269.176 Ton, yang disumbangkan oleh perkebunan rakyat sebesar 567.930 Ton 44,75%), PTPN sebesar 36.314 Ton (2,86%) dan PBSN sebesar 664.932 Ton (52,39%) (Data dan Statistik Perkebunan, 2019).

Namun dibalik itu, kebun kelapa sawit rakyat di Provinsi Sumatera Barat seluas 98.727 Ha perlu diremajakan. Kebun tersebut terdiri dari 66.522 Ha kebun plasma dan 33.955 Ha kebun swadaya. Beberapa alasan perlunya peremajaan tersebut diantaranya adalah karena umur tanaman sudah melewati umur produktif, tanaman rusak karena terserang hama atau penyakit dan produktivitas tanaman rendah karena tidak menggunakan benih unggul bersertifikat. Memperhatikan luas areal yang akan diremajakan tersebut maka pelaksanaan peremajaan perlu dilakukan secara bertahap. 

Sejak tahun 2018 di Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat telah dilaksanakan kegiatan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat/pekebun dalam kerangka pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Artinya program ini sudah berjalan selama 3 (tiga) tahun.

Namun capaian kinerja Program pendanaan peremajaan kelapa sawit rakyat dengan anggaran Rp.25-30 juta tersebut belum terlalu memuaskan. Realisasi luas kebun yang sudah diajukan Rekomtek PSR Tahun 2018 - 2020 adalah seluas 9.867,90 Ha. Luasan tersebut baru 27,3% dari yang ditargetkan selama tiga tahun tersebut yaitu seluas 36.150 Ha. Kalau dikonversi dengan dana bantuan peremajaan senilai Rp.25 juta per hektar  saja,  maka dalam waktu tiga tahun berjalan kita telah mengembalikan uang yang dialokasikan BPDPKS sebesar  Rp. 657 Milyar.

“Kondisi tersebut tentunya merupakan lost oputunity (kehilangan kesempatan meraih keuntungan) bagi pekebun sawit di Sumatera Barat.  Agar tidak terus berlanjut  tentunya perlu upaya - upaya strategis dari seluruh pihak yang terkait”, tambah Audy Joinaldy. Wagub menginstruksikan Kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Syafrizal agar melakukan sosialisasi program yang lebih gencar, peningkatan kompetensi SDM pekebun dan petugas pendamping termasuk penguasaan IT, fasilitasi untuk mendapatkan legalitas lahan yang melibatkan Kanwil Agraria dan Tata Ruang/BPN serta koordinasi dengan Dinas Kehutanan terkait kawasan lindung perlu di maksimalkan.

Terakhir Wagub berharap dengan pertemuan dalam rangka percepatan pelaksanaan Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat Tahun 2021 ini menjadi motivasi bagi pekebun  untuk lebih giat berusaha tani dengan menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai GAP (Good Agricultural Practises).  Semoga Kegiatan PSR ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi upaya peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit di Sumatera Barat.